BERITA STUDY BANDING DI YOGYA

Perjalanan dari Cirebon dimulai sejak pukul 17.00,keretapun melaju dengan santainya harapdimaklumi karena kereta yang kami naiki adalah kereta ekonomi yang bernama gaya baru malam selatan(GBMS) sampai-sampai kamipun tidak mendapatkan tempat duduk dan dengan terpaksa kamipun harus berdiri sampai ke tujuan kami.Kereta yang kami naiki melaju terus menerus akan tetapi hampir di setiap stasiun yang kami lewati selalu saja berhenti hingga akhirnya kami tiba ditempat tujuan kami di stasiun Lempuyangan DI YOGYA,kami tiba di stasiun lempuyangan pada pukul 00.00,tadi nya kami bingung sudah tengah malam begini kami harus istirahat dimana apalagi ditambah anggota kami lebih banyak ceweknya dibandingkan dengan cowoknya yang hanya berjumlah tiga orang,akan tetapi nasib kami lebih beruntung karena mba Asih meminta bantuan kepada anak-anak PMII(Pergerakan pemuda islam Indonesia)DI YOGYA dan kamipun akhirnya bias beristirahat dengan tenang di sekertariat PMII sambil menunggu pagi.
Mentaripun sudah mulai menjelma dan kamipun harus segera bersiap-siap menuju tujuan kami yang pertama yaitu di LKiS(Lembaga Kajian islam dan Sosial).Kami berangkat dari sekertariat PMII sekitar pukul 06.30-an dan kami menuju LKiS hanya denan berjalan kaki saja,emang sih jarak dari sekertariat PMII ke LKiS lumayan jauh juga ya…sekitar 1,5km tapi apa mau dikata lagi mau gak mau ya kami harus berjalan kaki karena jalan dari PMII menuju LKiS memang jalur yang tidak dilewati oleh angkutan umum.
Sesampainya di LKiS alhamdullillah kami disambut dengan baik dan tak lupa dengan jamuan nya sangat istimewa,kami disambut oleh mba Aulia dan mba Hanipah/yang biasa dipanggil Ipeh.Tak lama kemudian kami memulai study banding kami,akan tetapi kami disini lebih banyak sharing karena rasa ingin tahu kami dan berbagi pengalaman dengan mba Aulia dan mba ipeh.Yang saya salutkan terhadap LKiS adalah awal memulai kespro sendiri berawal dari:
 Berawal dari isu-isu local yang beredar di masyarakat sekitar
 Training dengan perbandingan rata-rata perempuan 70% dan laki-laki 30%
 Pemetaan masalah(hal ini pun awalnya dari komunitas majilis ta’lim dan di pesantren saja.
Ada juga pembagian-pembagian digsain dalam kespro,pembagian nya sendiri menurut saya sangat kompleks yaitu:
• Kespro anak-anak
• Kespro remaja
• Kespro orang tua
Kemudian tak lupa di LKiS juga mempunyai suatu komunitas anak muda/remaja yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah dan komunitas itu disebut dengan nama CORET.Disini LKiS seolah-olah denan mudahnya membimbing/mengayomi anak-anak coret,kenapa bias begitu…?karena menurut mba ipeh sendiri bahwa dari LKiS sendiri memberi kepercayaan sepenuhnya kepada anak-anak coret dengan begitu anak-anak coret bias lebih berkreasi dan bias lebih percayadiri.seperti halnya dengan membuat film documenter/bulletin,dari pihak LKiS menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada anak-anak coret dari mulai pengambilan tema, pemahaman materi dan dari proses sampai dengan selesainya itu berjalan dengan apa adanya/ya mengalir begitu saja akan tetapi disini pihak LKiS mandampingi anak-anak coret dengan baik.Dan akhirnya selesai sudah study kami di LKiS hingga pukul 11.30.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan kami menuju PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia),karena perjalanan dari LKiS menuju PKBI kami nyasar-nyasar dan pada akhirnya kami pun sampai juga di PKBI pada pukul 13.25,akan tetapi disini kami sedikit kecewa karena kami tidak bertemu dengan Dirpelda PKBI DI YOGYA langsung yaitu bpk.Mukhotib MD dan ditambah penyambutan yang kurang menyenangkan dan kurang familiar banet dengan kami anak-anak Baytalhikmah dari Cirebon,kemudian kami dibawa ke ruangan perpustakaan PKBI yang tidak begitu besar namun cukup buku-bukunya cukup kompleks.
Dalam PKBI ada komunitas yang disebut dengan CBO(Community Based Organization),komunitas ini meliputi:
L=>lesbian
G=>gay
B=>biseksual
T=>trans gender/trans seksual
I=>inter seks
Q=>queer
PKBI mempunyai link yang banyak dan disini disebutkan bahwa 80% diikuti dengan serius dan 20% hanya ikut-ikutan saja”tutur mas jay”.Dalam kubu PKBI bener-bener sangat terorganisir ada beberapa CBO yang mempunya suatu komunitas antara lain:
1. CBO Remaja jalanan
Ada sebagian anggota PKBI focus pada dan mendampinginya,komunitas remaja jalanan ini disebut komunitas minority.
2. CBO Gay
Divisi ini membahas persoalan para gay dan komunitasnya,disini komunitas gay ada dua yaitu CBO PLU(People Like Us)satu hati dan CBO Bayonet
3. CBO Pekerja Seks
Bunga seroja merupakan CBO yang di bentuk oleh komunitas pekerja seks di Sosrowijayan
4. CBO Waria
CBO waria ini sangat unik dan merekapun bangga dengan menamakan komunitasnya EBENEZER
5. CBO KESPRO
Kalau kespro sendiri adalah isi-isu umum dan kompleks bagi CBO-CBO dalam kespro menjadi beberapa yaitu: CBO HIV/AIDS,CBO KEPUTIHAN dan lain-lain.
Dan yang membuat saya kagum adalah cara anak-anak PKBI masuk kedalam suatu komunitas seperti waria,gay pekerja seks dll,emang sih mereka ada yang sebagin hanya meneruskan/melanjutkan perjuangan orang yang terdahulunya untuk mendampingi suatu komunitas tersebut dan ada juga yang harus mencari lahan untuk komunitas baru,menurut anggota PKBI kalau mau masuk ke dalam suatu komunitas seperti itu ya kita harus bertemu dengan ketuanya terlebih dahulu kemudian kita kita lobi dan komunikasikan dengan baik dan bagaimana caranya kita diakui/dianggap bahwa kita adalah suatu bagian dari mereka dengan begitu komunitas tersebut tidak merasa terganggu dengan kedatangan kita.menurut saya itu benar-benar tantangan yang luar biasa untuk bias masuk ke dalam komunitas tersebut.
Setelah kami berbincang-bincang panjang lebar waktupun begitu cepat hingga tak terasa haripun sudah semakin gelap dan kami anak-anak Baytalhikmah segera berpamitan kepada anggota PKBI .Sebelum pulang ke Cirebon kami pun menuju Malioboro terlebih dahulu untuk membeli oleh-oleh,sesampainya di Mallioboro kami pun segera berburu oleh-oleh.Adzan maghrib berkumandang dan kami pun segera pulang.Dari malliobaro kami menuju stasiun tugu dengan berjalan kaki,akan tetapi sangat disayangkan karena di stasiun tugu tidak ada kereta ekonomi jurusan Cirebon bagitu pula dengan mba mamay dan mba vera yang ingin pulang ke Cirebon dengan kereta bisnis akan tetapi kereta bisnis barusaja berangkat,jadi dengan terpaksa kami harus mengejar kereta di stasiun Lempuyangan.kami menuju stasiun lempuyangan dengan menggunakan jasa delman,tanpa buang waktu kami pun menuju stasiun lempuyangan dengan melihat kepadatan DI YOGYA di malam hari .ahkirnya kami pun tiba di stasiun lempuyuangan dan alhamdullillah kereta GBMS(gaya baru malam selatan )belum brangkat jadi kami bergegas segera membeli karcis di loket.tetapi yang anehnya mba mamay dan mba vera ngak ujadi naik kereta malahan naik travel.Kereta GBMS pun tiba dan kami manaiki kereta tersebut,bayangan kami yang tadinya berharap ingin mendapatkan tempat duduk ternyata Alhamdulillah kami pun tidak mendapatkan tempat duduk lagi da sangat terpaksa kami pun harus berdiri lagi.secara perlahan kereta pun mulai meninggalkan DI YOGYA pada pukul 19.30,jadi dari mulai berangkat sampai pulangnya kami tidak mendapatkan tempat duduk yah…kami pun harus menerimanya dengan lapang dada/terpaksa ya….?saya sendiri pun bingungdan bias dibilang gak tau soalnya antara lapang dada dan terpaksa pada situasi seprti itu beda tipis dan pada akhirnya kami pun sampai juga di stasiun kejaksan Cirebon pada pukul 03.30 dan kami pun mengakhiri pe tualangan kami.

TTD

DEDE KUSWOYO
c

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.